Setelah menuntaskan rangkaian tur "Eternal Sunshine" yang dijadwalkan berakhir di London pada 1 September mendatang, Ariana Grande memutuskan untuk mengambil jeda dari hingar-bingar industri hiburan. Keputusan ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, apalagi di tengah berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.
Banyak yang menduga bahwa hiatus ini terkait dengan kondisi kesehatannya, terutama setelah beberapa waktu lalu publik ramai memperbincangkan penampilan fisiknya yang dianggap terlalu kurus. Namun, Ariana dengan tegas membantah dugaan tersebut.
Penjelasan Langsung dari Ariana Grande
Saat manggung di Chicago, Illinois, pada Senin (3/8/2026), Ariana memberikan tanggapan langsung mengenai keputusannya tersebut. Ia menegaskan bahwa hiatus ini bukanlah keputusan dadakan atau reaksi atas tekanan tertentu.
"Pengumuman yang saya buat kemarin bukanlah keputusan spontan, bukan juga reaksi terhadap sesuatu. Ini adalah rencana yang sudah lama saya pikirkan," ujarnya, seperti dikutip dari CNN Entertainment pada Kamis (6/8/2026).
Lebih lanjut, wanita berusia 33 tahun itu mengaku sudah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan matang. Ia juga menyadari bahwa banyak penggemar yang khawatir dirinya tertekan oleh komentar-komentar negatif di media sosial.
"Saya dengar para penggemar khawatir hal-hal negatif merusak kebahagiaan saya. Padahal justru sebaliknya. Kita semua perlu menetapkan batasan, dan sebagai manusia, kita memang butuh waktu untuk beristirahat," tuturnya.
Ariana juga menegaskan bahwa rumor atau komentar apa pun tidak akan mengubah realitas yang ia rasakan bersama para penggemarnya.
"Apa pun suara-suara di luar sana, tidak akan pernah bisa mengubah kenyataan saya atau lebih berarti daripada cinta yang kita miliki bersama. Saya mencintai kalian," ungkapnya penuh haru.
Menyoal Komentar tentang Tubuhnya
Keputusan hiatus ini muncul di tengah ramainya kembali perbincangan tentang kondisi fisik Ariana. Dalam video klip terbarunya yang berjudul "Petal", penampilannya terlihat makin kurus, yang membuat banyak penggemar merasa cemas.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Ariana harus menghadapi komentar tentang bentuk tubuhnya. Pada 2013, saat usianya masih 19 tahun, ia pernah menulis di Tumblr bahwa dirinya jarang menanggapi rumor, tetapi kali itu ia merasa perlu angkat bicara karena banyak yang mengkhawatirkannya terkait isu gangguan makan.
Sepuluh tahun kemudian, ia kembali mengingatkan publik melalui sebuah video di TikTok. Menurutnya, kita semua harus lebih berhati-hati dalam mengomentari tubuh orang lain, apa pun kondisinya.
"Entah itu dianggap sehat, tidak sehat, kurus, gemuk, seksi, atau apa pun, kita seharusnya mulai berhenti mengomentari tubuh orang lain sesering itu," pesannya.
Ariana menambahkan bahwa komentar semacam itu, meski dimaksudkan sebagai pujian atau bentuk kepedulian, tetap bisa berdampak negatif. Ia berharap ke depannya masyarakat lebih bijak dalam menilai penampilan seseorang.
Keputusan Ariana untuk rehat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang, termasuk selebritas, berhak menentukan batasan dan mengambil waktu untuk diri sendiri. Semoga masa istirahatnya membawa kedamaian dan kebahagiaan, ya.